Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Begini Cara Men-Charger atau Nge-Cas Ponsel Smartphone yang Benar dan Aman

Begini Cara Men-Charger atau Nge-Cas Ponsel Smartphone yang Benar dan Aman

Teknoblas.com - Pasti kamu sering ngecas ponsel dari waktu ke waktu termasuk Teknoblas juga, tapi apakah kamu sudah tau Cara Men-Charger atau Nge-Cas Ponsel Smartphone yang Benar dan Aman ?

Dalam segala aktifitas yang dimana kita menggunakan ponsel atau smartphone pastinya kita akan juga sering nge-cas atau men-charge ponsel karena baterai lemah atau habis apalagi kalau sedang dipakai dan khawatir lowbat.

Apalagi jika ponsel atau smartphone kita memiliki banyak aplikasi yang diinstal serta banyak notifikasi yang masuk, maka akan berimbas kepada baterai ponsel yang masa pakai dan dayanya yang semakin menurun.

Secara normalnya masa pakai baterai keluaran terbaru bisa digunakan antara tiga dan lima tahun atau sekitar 500 sampai 1.000 kali pengisian dan tentu baterai ponsel yang sudah berusia lima tahunan pasti daya dan waktu penggunaannya akan semakin pendek.

Jika kamu ingin baterai ponsel lebih awet masa pakainya jangan melakukan pengisian sembarangan, kamu bisa mengikuti Cara Men-Charger atau Nge-Cas Ponsel Smartphone yang Benar dan Aman berikut ini :

Cara Charger atau Cas Ponsel Smartphone yang Benar


1. Perhatikan Persentase Baterai

Pertama yang perlu kamu perhatikan yaitu kapan harus mengisi atau mencas ponsel, kadang ngecharge smartphone sering dilakukan ketika baterai kritis, padahal kondisi seperti itu jangan sering sering dilakukan.

Usahakan mengisi atau mencas ponsel ketika berada di antara 20% - 50% jadi jangan sering sering mengisi baterai ketika daya sudah berada dibawah 20% bahkan lebih baik di hindari saja.

Tips Pilihan : Cara Memperkuat Sinyal Smartphone Mudah Anti Ribet

Paling baik, kamu bisa mencharger smartphone ketika daya berada di 30% dan cabut sebelum mencapai 100% dengan begitu baterai tidak akan mengalami overcharge dan critical.

2. Jangan Nge-Cas Smartphone Ditinggal Tidur

Memang men-cas ponsel kemudian ditinggal tidur, dan saat bangun baterai sudah 100% sangat mudah dan nikmat karena tidak perlu bolak balik mengecek berapa persentase daya baterai.

Jika smartphone kamu memiliki sensor bawaan untuk mematikan pengisian daya saat mencapai 100% oke oke saja, tapi lebih baik dihindari untuk jaga jaga apabila ada masalah dengan sensor tersebut.

Tetapi permasalahan muncul jika kamu melakukan charging ketika ponsel masih hidup dan ditinggal tidur, kondisi seperti itu mengakibatkan baterai akan kehilangan sedikit sedikit daya dengan pengisian yang berjalan terus.

Alhasil jika siklus seperti ini berlangsung terus menerus maka masa hidup baterai akan cepat berkurang dan bisa menjadi cepat ngedrop.

3. Paling Aman Dengan Fast-Charging

Jika ada dana, lebih baik kamu beli ponsel dengan fitur Fast-Charging 18W ( standar industri pengisian baterai ketika pembahasan ini dibuat, dengan berjalannya waktu pasti standar pengisian akan berubah dan lebih tinggi ).

Fast-Charging atau Pengisian Cepat standarnya memiliki sensor sensor yang "mengamankan" proses pengisian baterai serta kamu tidak harus meninggalkan ponsel ketika tertidur, dalam satu jam saja baterai sudah terisi lumayan banyak.

Fitur pengisian daya cepat atau Fast-Charging tidak akan merusak baterai ponsel kamu justru firut tersebut memang dibuat untuk menjaga kualitas masa pakai dari teknologi baterai yang digunakan.

4. JANGAN Menggunakan Smartphone Ketika Di Cas

PENTING ! JANGAN Menggunakan Smartphone Ketika Di Cas dalam kondisi apapun. Jika memang hal tersebut harus dilakukan, pastikan carger yang kamu gunakan adalah perangkat asli atau ORI dari pabrikan ponsel yang anda gunakan.

Pasalnya jika menggunakan perangkat pihak ketiga bisa jadi ada perbedaan arus daya ataupun tidak didukungnya fitur fitur keamanan yang sesuai.

5. Jangan Membebani Proses Charger Smartphone

Maksud dari membebani proses charger ini adalah menggunakan smartphone ketika di cas seperti poin nomo 4 dengan membuka aplikasi aplikasi berat seperti streaming video ataupun ngegame.

Tindakan seperti ini bisa membuat siklus pengisian baterai menjadi kacau karena siklus pengisian menjadi sangat pendek. Artinya ketika mengisi pasti ada sel sel kosong yang di aliri arus listrik dan disisi lain dalam waktu bersamaan ada sel sel yang kehilangan daya karena digunakan untuk aplikasi.

Imbas atau efeknya maka akan ada sel sel baterai yang lemah menjadi mati dan sel sel baterai yang normal akan melemah, jika diterus teruskan maka baterai bisa ngedrop ataupun mengembung.

6. Jaga Suhu Baterai

Kondisi suhu baterai juga mempengaruhi ketahanan serta masa pakai dari tersebut, usahakan agar jangan terlalu panas atau dingin ketika melakukan charging.

Terlalu panas atau terlalu dingin akan "mengagetkan" sel sel baterai yang memungkinkan adanya sel baterai yang mati atau melemah.

Usahakan jika ingin mencas ponsel pastikan suhu baterai berada dalam kondisi dan tempat yang bersuhu normal yaitu antara 20-30 ° C. Sebagai catatan, hal ini berlaku jika ingin mencharge sampai penuh, tapi jika sesaat hanya untuk mendapatkan daya sepertinya tidak masalah.

Penutup Cara Charger atau Cas Ponsel Smartphone yang Benar


Mungkin itulah beberapa Cara Charger atau Cas Ponsel Smartphone yang Benar dan aman agar baterai tidak mudah lemah dan ngedrop. Tapi kalau kamu merasa dan berada di golongan sultan dimana baterai ngedrop langsung beli smartphone baru, maka tidak perlu menyimak pembahasan diatas.

Tapi jika kamu ingin menjaga agar baterai tetap awet dalam waktu lama bisa mengikuti dan melakukan satu persatu langkah langkah diatas agar sel sel baterai bisa tahan lebih lama daripada melakukan pengecasan secara sembarangan.